Review: Sambal Bakar Indonesia, Menikmati Cita Rasa Nusantara dalam Sajian Khas Sambalnya

 

Menu sambak, a la carte, nasi dan jukut dari Sambal Bakar Indonesia | Foto: Dokpri - Tambah Seporsi

Kesan pertama yang didapat setelah setir mobil berbelok ke kanan jalanan adalah area parkir yang begitu luas dan lokasi resto yang cukup menjorok ke dalam. Dari kejauhan plang nama tampak mentereng di langit GDC membuat calon pelanggan tahu betul bahwa mereka tidak salah alamat. 

Dari luar, resto menampilkan bangunan didominasi warna hitam dan gambar cabai dengan warna merah menyala. Sebuah padanan warna yang mendeskripsikan rasa pedas dari menu-menu yang ditawarkan. Namanya Sambal Bakar Indonesia.

Baca juga: 

REVIEW: HOTEL GREN ALIA JAKARTA, RUANG AMAN MERAYAKAN PERBEDAAN

Resto ini sebetulnya sudah memiliki 26 outlet. Di area Depok sendiri ada dua cabang yaitu di Rangkapan Jaya Baru di Sawangan, dan di Grand Depok City (GDC) di kota Depok. Cabang GDC inilah cabang terdekat dari rumah yang akhirnya kerap kami kunjungi.

Rumahnya Pecinta Sambal Indonesia

Seperti namanya, salah satu yang dijagokan dari restoran ini adalah sambalnya. 

Ada tiga jenis sambal yang akan kamu temukan di menu dengan preferensi rasa yang berbeda-beda:

Sambal Bakka

Sambal Bakka atau sambal tomat dengan karakter sambal yang tidak terlalu pedas. Jenis sambal ini disebut juga Pedas Manjah.

Sambal Bara 

Atau sambal bawang yang menawarkan karakter sambal yang lebih pedas. Yang ini dikasih nama Pedas Sopan. Pedas sih, tapi masih sopan masuk ke Tenggorokan.

Sambal Gajja 

Atau sambal hijau, yang ini juaranya bagi kamu yang doyaaan banget sama pedas karena rasanya yang super pedas. Jenis sambal ini dipanggilnya Pedas Abiss. 

Kalau mau tebak-tebakan, kayaknya ini bukan anak milenial, deh. Mungkin lebih ke anak Gen Z yaa, 'dalang' di balik nama-nama unik ini. Bisa banget ngegaet temen-temennya buat penasaran sama menunya dan nyobain langsung. 

Tiga pilihan sambal ini menurutku melengkapi kebutuhan berbagai jenis pelanggan. Yang ngga bisa-bisa amat kena cabai, tinggal pesen menu sambal bakka. Yang pedesnya level super, bisa banget pesen sambal gajja. Tinggal sesuaikan saja dengan kemampuan level pedasnya. 

Lengkapnya pilihan sambal ini jadi 'rumah' banget sih buat pecinta sambal di Indonesia. Pilihannya kaya!

Jaminan Serve Time dalam 30 Menit

Beberapa menu Sambal Bakar Indonesia yang pernah kami coba | Foto: Dokpri - Tambah Seporsi

Tiba di resto, setiap pelanggan akan disambut oleh petugas yang siap memberikan penjelasan sekaligus memandu ke bangku sesuai dengan jumlah tamu. 

Percaya deh, saking enaknya, resto ini langganan rame banget pelanggan. Tapi setiap kali pelanggan tiba, akan selalu ada keterangan dari petugas yang menyambut tadi bahwa resto ini memberikan jaminan waktu pelayanan atau serve time alias pesanan kamu sampai dalam waktu 30 menit. 

Kamu juga akan diberikan garansi jika makanan kurang cocok atau tidak sesuai, bisa disampaikan kepada petugas agar bisa mendapatkan makanan pengganti yang sama dengan menu yang dipesan. 

Namun karena sejak awal semua menu yang kami cicip ngga pernah zonk, jadi ini ngga terlalu aku tanya secara detail. Eh, kunjungan kedua malah kena tapi ngga enak hati mau sampein. Hahaha. 

Soal makan memang agak sensitif ya, apalagi kalau tamu yang datang kondisinya kelaparan BANGET. Bisa ngga sabaran deh itu nungguin makanannya. Apes-apes bisa bikin ribut atau ninggalin resto kalau waktu sajinya lelet. 

Nah, di sini tuh emang rame, tapi jaminan serve time-nya itu selalu ditepati. Cuma bertahap yaa, ngga langsung datang semua di satu waktu yang sama. Beberapa kali pesan sih, biasanya yang sampai duluan adalah minuman. 

Btw, ngomongin soal minuman, kamu harus banget cobain es jeruknyanya yaaa! Jeruk beneran, ada bulirnya dan manisnya ramah banget di mulut, bukan manis eneg yang bikin langit-langit mulut merasakan after taste yang kurang nyaman. 

Tempat Makan Ramah Keluarga

Sebentar, sebelum mulai membahas soal makanannya, aku mau bahas restonya dulu, ya. Restoran Sambal Bakar Indonesia ini terbilang besar dan luas. Areanya terbagi dua. Ada outdoor yang berdekatan langsung dengan area dapur dan kasir. 

Aku belum pernah makan di outdoor sih jadi ngga tau di bagian ini bisa merokok atau ngga. Yang pasti duduk di sini ada plus minus-nya. Plus-nya, tempatnya luas, bisa lihat langsung atraksi memasak oleh para Chef, dan karena berdekatan dengan kasir, maka punya akses yang lebih cepat juga ke kasir, termasuk bisa memantau apakah antrian pembayaran masih panjang atau tidak. 

Di area indoor suasana cukup sejuk bahkan dingin, karena ada beberapa AC di sana. Enaknya, mau makanan sepedas apapun, ngga bakal keringatan. Karena ruangannya memang cukup luas dan pelanggan juga banyak, pihak resto menyediakan dua wastefel kapasitas dua orang untuk mempercepat antrian. 

Ada dua jenis tempat duduk: bangku atau lesehan, kamu bisa sesuaikan dengan kenyamanan. 

Di indoor juga terdapat area bermain anak. Tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil, tapi cukup untuk mendistraksi rasa bosan anak dan memberi orangtua waktu makan yang lebih panjang. Dan karena ruangan ini bebas dari asap rokok, maka dipastikan aman dan nyaman pula untuk keluarga yang membawa serta si kecil. 

Bisa dibilang, Restoran Sambal Bakar Indonesia salah satu restoran ramah keluarga yang layak sekali dikunjungi. 

Eksplorasi Rasa Nusantara Lewat Resto Sambal Bakar Indonesia

Akhirnya bagian yang kutunggu-tunggu tiba juga.

Di awal tadi aku sudah sempat bercerita beberapa pilihan sambal restoran ini. Ada dua jenis nih, ada sambak yaitu lauk yang penyajiannya bersamaan dengan lalapan dan sambal lalu ada juga a la carte alias tanpa sambal dan lalapan, hanya lauk tok saja. 

Menu sambaknya terbilang lengkap, ada sambak ayam dan sambak iga short ribs dengan 3 pilihan sambal di atas. Dua menu ini rekomendasi kudu coba kalau ke Restoran Sambal Bakar Indonesia. 

Di samping ke dua menu di atas, ada juga sambak telor barendo, satu lagi menu yang langganan aku pesan karena telor barendonya yang krispi dan memikat di lidah. 

Lalu ada pula sambak kulit, sambak kikil, sambak lele, sambak udang, sambak cumi asin, sambak paru, sambak belut, sambak nila, sambak gurame, sambak bebek. Sambak bebek juga wajib coba buat yang doyan bebek yaa. 

Oh, satu lagi, aku cukup penyuka berat dengan seafood sebetulnya, jadi kali kedua datang ke Restoran Sambal Bakar Indonesia dan pesan sambak cumi asin, agak kurang pas di lidah karena bagian perut dan tulang cuminya ternyata tidak dikeluarkan sementara selama ini aku tim yang cumi asin selalu dibelah, perutnya dibersihkan dan 'tulangnya' dibuang. Jadi sejak itu berhenti konsumsi menu itu.

Soal ini sebetulnya boleh tanya tentang claim makanan kurang cocok sih, cuma, tidak enak hati pemirsa untuk melakukan itu. Heheh 

A la carte juga cukup lengkap kok. Ada a la carte ceker, usus, telur barendo, ati ampela, kulit, kikil, lele, udang, cumi asin, paru, ayam, belut, nila, gurame, bebek dan a la carte Iga Short Ribs. 

Selain sambak dan a la carte, ada juga soto-sotoan buat yang suka makanan berkuah dan hangat-hangat terutama dikonsumsi di musim hujan. 

Yep! Semua rasa nusantara. Jangan harap ketemu keju atau pasta-pastaan di sini.

Balik lagi soal menu. Jadi enaknya pilih menu sambak, a la carte atau soto, ya?

Logisnya, resto ini identik dengan sambalnya, sayang banget kalau makan tanpa nyicipin sambal itu sendiri, kan?

Kalau aku sih, biasanya dimix. Ada yang sambak, ada juga yang a la carte. Kalau sudah ada menu sambak, kamu ngga perlu lagi deh pesen khusus buat sambal doang untuk teman makan menu a la carte. 

Makanan disajikan di atas cobek tanah liat yang dibakar langsung di atas api. Menurutku, bagian ini yang menarik. Begitu pesanan tiba di meja, tentu dengan alas yang aman yaa, bagian sambalnya masih mendidih sehingga aroma perpaduan sambal, lalapan dan lauk menguar dari cobek bikin perut yang keroncongan, makin ngga sabar buat langsung cepet-cepet makan. 

Tampilannya seperti ini nih 



Karena semua serba panas, pastikan kamu hati-hati dengan tangan apalagi kalau lagi makan dengan si kecil. 

Harganya gimana?

Menurut aku sih, yang agak pricy cuma yang menu Iga dan Soto ya. Iga wajar, daging sapi kan memang mahal. Soto, porsinya cukup besar, teman-teman. Jadi makannya puas dan kenyang pake banget. Kalau harganya mahal aku bisa paham. Kedua menu ini kalau ngga salah sekitar Rp60.000-an.

Kalau menu sambak dan a la carte lainnya menurut aku sih rata-rata ya. Menu di atas misalnya, range harga untuk 6 menu sekitar Rp150.000-an. Jadi masih terbilang worth to try

Bawa Pulang Sambak Saji

Nyicipin sambak sekali, yakin banget deh bakal nagih. Untungnya di bagian kasir, ada sambak saji. Pilihan sambak yang dikemas dalam kemasan kaleng dan bisa dibawa pulang.

Aku lupa deh harganya tapi ini tuh bisa banget teman makan langsung hap ngga perlu masak-masak lagi di rumah kalau lagi mager atau kalau lagi perlu buat diperjalanan, ini bisa banget buat cadangan lauk.

Yang ini sebenarnya menggoda banget, tapi karena kita ketemu produk ini pas kenyangnya udah kebangetan - Posisi nya ada di kasir -, ngga nafsu jadinya. 

Mas Iben, kayaknya sambak sajinya better ditaruh di meja pelanggan ngga sih? Biar pelanggan bisa milih-milih langsung di depan mata sambil menunggu pesanan datang. 

Siapin saja beberapa sampel produk di meja pelanggan, pemesanan bisa lewat petugas yang melayani menu gitu lho, Mas. Ini udah kayak ngomong langsung ke orangnya, ya. Hahah. Semoga Iben Ma baca tulisan ini. 

Siapin Biaya Parkir

Parkiran Resto Sambal Bakar Indonesia ini sebetulnya luasss banget. Bisa muat banyak sekali kendaraan. Siapin uang tunai untuk biaya parkir sebesar Rp5.000 an buat kendaraan roda 4 ya. Kalau motor kurang tahu berapa. 

Hindari Pesan Online

Pernah saking pinginnya makanan dari Sambal Bakar Indonesia, aku coba pesan dari ojek online. Pengiriman terbilang cepat, rasanya sih tetap sama, tapi vibes makannya totally beda. 

Kita bahas dari yang bagusnya dulu ya. Packaging-nya super rapi, aku apresiasi ini karena memudahkan kurir dalam membawa makanan dan tampilan sampai ke pelanggan jadi ngga berantakan. Berikutnya adalah pengiriman terbilang cepat. 

Lalu bagian yang menerus aku perlu diperbaiki. Yang pertama, resto ini terkenal dengan sajian makanannya yang panas di atas cobek, kebetulan dua kali pesan ojol, dua kali juga makanan yang aku pesan kondisinya dingin, bukan hangat apalagi panas. 

Karena kondisinya dingin ternyata ngaruh juga ke tekstur dan aroma makanan yang akan kita konsumsi. Jadi ceritanya aku pesen terong. Biasanya kalau makan terong langsung di restonya tuh masih krispi, tapi karena kondisi sampai ke akunya sudah dingin, terongnya udah meleyot. 

Kondisi ini ngaruh juga ke aroma. Tahu kan, asap makanan itu pengantar aroma yang cukup kuat yang bikin liur makin menggila begitu baunya menyapa hidung? Nah aroma makanannya ngga kayak di resto. Well ya, aroma cabenya dapat sih, tapi aroma lauknya udah halusss banget. 

Jadi menurutku jauh lebih bagus kalau makan langsung di tempat, atau kamu pesan langsung pas makan di sana dan dibawa pulang kalau ada orang rumah yang juga mau nyicipin makanannya. 

Thats it, cerita makan Tambah Seporsi di Resto Sambal Bakar Indonesia. Sampai ketemu di ulasan Tambah Seporsi di restoran lainnya!

Komentar

Postingan Populer